New Post!
Salah satu sistem yang ada di kampus adalah V-Class (Virtual Class), dan Universitas Gunadarma mengguanakannya, dapat diakses di halaman https://v-class.gunadarma.ac.id/. V-Class (Virtual Class) sendiri merupakan layanan pembelajaran online yang digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar oleh dosen dan mahasiswa di lingkungan Universitas Gunadarma. V-Class biasanya diadakan saat dosen berhalangan hadir dikelas untuk bertatap muka dengan mahasiswa atau sekedar memberi nilai tugas/kuis.
Dan didalam V-Class terdapat data, berikut data yang ada di V-Class :
- Akun setiap mahasiswa dan dosen.
- Materi dari masing-masing mata kuliah(didownload agar bisa mengerjakan v-class yang diberikan).
- Kuis yang berupa soal pilihan ganda atau essay.
- Nilai hasil setelah mengerjakan V-Class (nilai bisa muncul atau tidak tergantung dari dosen).
Referensi :
Sistem Yang Ada di Universitas
0
Pengertian Sistem Analis
Analis
sistem adalah seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan,
pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem
yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. Analis
sistem memegang peranan yang sangat penting dalam proses pengembangan sistem.
Seorang analis sistem harus memiliki setidaknya empat keahlian: analisis,
teknis, manajerial, dan interpersonal (berkomunikasi dengan orang lain).
Kemampuan analisis memungkinkan seorang analis sistem untuk memahami perilaku
organisasi beserta fungsi-fungsinya, pemahaman tersebut akan membantu dalam
mengidentifikasi kemungkinan terbaik serta menganalisis penyelesaian
permasalahan. Keahlian teknis akan membantu seorang analis sistem untuk
memahami potensi dan keterbatasan dari teknologi informasi. Seorang analis
sistem harus mampu untuk bekerja dengan berbagai jenis bahasa pemrograman,
sistem operasi, serta perangkat keras yang digunakan. Keahlian manajerial akan
membantu seorang analis sistem mengelola proyek, sumber daya, risiko, dan
perubahan. Keahlian interpersonal akan membantu analis sistem dalam
berinteraksi dengan pengguna akhir sebagaimana halnya dengan analis, programer,
dan profesi sistem lainnya.
Analis
sistem bisa pula menjadi perantara atau penghubung antara perusahaan penjual
perangkat lunak dengan organisasi tempat ia bekerja, dan bertanggung jawab atas
analisis biaya pengembangan, usulan desain dan pengembangan, serta menentukan
rentang waktu yang diperlukan. Analis sistem bertanggung jawab pula atas studi
kelayakan atas sistem komputer sebelum membuat satu usulan kepada pihak
manajemen perusahaan.
Seorang
analis sistem harus memiliki setidaknya empat keahlian yaitu analisis, teknis,
manajerial, dan interpersonal (berkomunikasi dengan orang lain).
- Analisa memiliki arti untuk memahami organisasi, keahlian dalam memecahkan masalah, serta pemahaman sistem.
- Teknis memiliki arti memahami potensi dan limitasi dari suatu teknologi.
- Manajerial memiliki arti kemampuan untuk mengatur proyek, sumber daya resiko dan perubahan.
- Interpersonal memiliki arti berkomunikasi dengan orang lain.
Tugas
Sistem Analis
- Berinteraksi dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan sistem yang akan di gunakan.
- Berinteraksi dengan desainer untuk mengemukakan antarmuka yang diinginkan atas suatu perangkat lunak.
- Berinteraksi ataupun memandu programer dalam proses pengembangan sistem agar tetap berada pada jalurnya.
- Melakukan pengujian sistem baik dengan data sampel atau data sesungguhnya untuk membantu para penguji.
- Mengimplementasikan sistem baru/sistem usulan yang akan digunakan perusahaan.
- Menyiapkan dokumentasi berkualitas.
Tanggung
Jawab Sistem Analis
Didalam
suatu profesi , pasti ada yang namanya tanggung jawab, dan tentunya tanggung
jawab harus dijalankan . Tanggung jawab dari seorang sistem analis meliputi :
- Pengambilan data yang efektif dari sumber bisnis.
- Aliran data menuju ke komputer.
- Pemrosesan dan penyimpanan data dengan komputer.
- Aliran dari informasi yang berguna kembali ke proses bisnis dan penggunanya.
Deskripsi
Kerja Sistem Analis
- Mempersiapkan flow chart dan diagram yang menggambarkan kemampuan dan proses dari sistem yang digunakan.
- Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade sistem pengoperasian.
- Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem pengoperasiannya. Melakukan analisis dan evaluasi terhadap prosedur bisnis yang ada maupun yang sedang diajukan atau terhadap kendala yang ada untuk memenuhi keperluan data processing.
- Mengumpulkan informasi untuk penganalisaan dan evaluasi sistem yang sudah ada maupun untuk rancangan suatu sistem.
- Melakukan riset dan rekomendasi untuk pembelian, penggunaan, dan pembangunan hardware dan software.
- Memperbaiki berbagai masalah seputar hardware, software, dan konektivitas, termasuk di dalamnya akses pengguna dan konfigurasi komponen.
- Memilih prosedur yang tepat dan mencari support ketika terjadi kesalahan, dan panduan yang ada tidak mencukupi, atau timbul permasalahan besar yang tidak terduga.
- Mencatat dan memelihara laporan tentang perlengkapan perangkat keras dan lunak, lisensi situs dan/ atau server, serta akses dan security pengguna.
- Instal, konfigurasi, dan upgrade seluruh peralatan komputer, termasuk network card, printer, modem, mouse dan sebagainya.
- Mampu bekerja sebagai bagian dari team, misalnya dalam hal jaringan, guna menjamin konektivitas dan keserasian proses di antara sistem yang ada.
- Mencatat dan menyimpan dokumentasi atas sistem.
- Melakukan riset yang bersifat teknis atas system upgrade untuk menentukan feasibility, biaya dan waktu, serta kesesuaian dengan sistem yang ada.
- Menjaga confidentiality atas informasi yang diproses dan disimpan dalam jaringan.
- Mendokumentasikan kekurangan serta solusi terhadap sistem yang ada sebagai catatan untuk masa yang akan datang.
- Melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan yang ditugaskan.
Sumber
:
Tugas Sistem Analis
0
Contoh Studi Kasus Audit SI Pada
Perdagangan Ekonomis
Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization WTO)
kembali memenangkan posisi Indonesia, dalam kasus rokok kretek dengan Amerika
Serikat (AS). Keputusan tersebut dikeluarkan melalui laporan Appellate Body
(AB) pada 4 April 2012, yang menyatakan bahwa AS melanggar ketentuan WTO dan
kebijakan AS dianggap sebagai bentuk diskriminasi dagang. "Indonesia
menang baik ditingkat panel maupun banding, ini merupakan keberhasilan
diplomasi perdagangan kita.
Kemenangan ini penting tidak hanya bagi Indonesia, tetapi
semua negara dalam hal menghargai hasil keputusan WTO," kata Iman
Pambagyo, Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Kemendag, dalam
keterangan pers, Jumat (6/4/2012). Kasus rokok kretek antara Indonesia dan AS,
berawal dari diberlakukannya Family Smoking Prevention and Tobacoo Control Act
di AS. Undang-undang tersebut bertujuan untuk menurunkan tingkat perokok muda
di kalangan masyarakat AS, dengan melarang produksi dan perdagangan rokok beraroma,
termasuk rokok kretek dan rokok beraroma buah-buahan.
Namun, ketentuan tersebut mengecualikan rokok beraroma
mentol produksi dalam negeri AS. Setelah proses konsultasi yang berlangsung
panjang tanpa mencapai kesepakatan, Indonesia akhirnya mengajukan pembentukan
Panel ke Badan Penyelesaian Sengketa WTO (Dispute Settlement Body DSB) atas
dasar AS melanggar ketentuan WTO mengenai National Treatment Obligation. Hal
itu tercantum dalam Pasal 2.1 Technical Barrier to Trade (TBT) Agreement. Dalam
prinsip National Treatment, setiap negara anggota WTO berkewajiban untuk
memberikan perlakuan yang sama terhadap produk sejenis, baik yang diproduksinya
di dalam negeri maupun yang berasal dari impor negara anggota WTO lainnya.
Panel WTO menemukan bahwa kebijakan AS tersebut tidak sesuai
dengan ketentuan WTO, karena rokok kretek dan rokok mentol adalah produk
sejenis (like products), dan keduanya memiliki daya tarik yang sama bagi kaum
muda. Menurut WTO, kebijakan yang membedakan perlakuan terhadap dua produk sejenis,
merupakan tindakan yang tidak adil (less favourable). Pemerintah AS yang tidak
puas terhadap keputusan panel yang dikeluarkan pada 2 September 2011, melakukan
banding ke WTO pada 5 Januari 2012.
Hasil banding yang dikeluarkan AB kemarin,
menegaskan kembali bahwa keputusan panel sebelumnya adalah benar, dan
pemerintah AS telah mengeluarkan kebijakan yang tidak konsisten dengan
ketentuan WTO. Disamping itu, AB menemukan bahwa AS melanggar ketentuan Pasal
2.12 TBT Agreement di mana AS tidak memberikan waktu yang cukup (reasonable
interval) antara sosialisasi kebijakan dan waktu penetapan kebijakan. Lebih
lanjut, AB merekomendasikan kepada DSB agar meminta Pemerintah AS untuk membuat
kebijakan sesuai dengan ketentuan dalam TBT Agreement. Pemerintah Indonesia
menyambut baik laporan AB tersebut, dan memberikan apresiasi yang tinggi atas
kerja keras AB dan kebijaksanaannya dalam mempertimbangkan pandangan indonesia
terkait kasus ini. "Pemerintah Indonesia bersedia untuk bekerja sama
dengan AS dalam melakukan implementasi atas laporan AB tersebut," jelas
Pambagyo. Pambagyo menekankan bahwa tujuan Indonesia mengajukan kasus rokok
kretek ke WTO bukan untuk meningkatkan ekspor produk rokok ke AS, melainkan
untuk mengamankan akses pasar rokok kretek Indonesia di AS. Selain itu mencegah
aturan yang diterapkan Pemerintah AS ditiru oleh negara lain, termasuk
negara-negara tujuan ekspor utama rokok kretek Indonesia. "Indonesia turut
menjaga komitmen internasional yang telah disepakati bersama dalam WTO
khususnya TBT Agreement. Semua negara harus menghormati, dan dengan keputusan
ini diharapkan negara anggota lainnya tidak mengikuti kebijakan AS
tersebut," kata Pambagyo. Berdasarkan ketentuan Dispute Settlement
Understanding (DSU) Pasal 17.14, keputusan AB akan diadopsi oleh DSB setelah 30
hari dikeluarkannya laporan AB, yaitu pada awal Mei 2012.
Saran
untuk studi kasus diatas ialah :
- Berani membela/mengajukan banding asal kita yakin apa yang dilakukan itu benar(indonesia menjual rokok kretek ke AS namun pemerintah AS menolak padahal indonesia sudah melakukan sesuai prosedur)
- Indonesia harus lebih sering melakukan kerja sama dengan negara lain agar suatu saat apabila ada kejadian seperti ini tidak perlu berujung rumit bahkan harus naik banding segala.
- Ketika kerja sama sudah terjalin, usahakan agar selalu menjaga komitmen yang telah dibuat antar negara
Contoh Studi Kasus Audit Sistem Informasi
0Definisi
Ruang Lingkup
Audit teknologi informasi adalah bentuk
pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara
menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan
audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan
evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit
pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum
merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi
dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit
komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi
perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai
target organisasinya.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup Audit
Sistem Informasi (SI) sebagai audit operasional terhadap fungsi sistem
informasi (IT governance), audit objective-nya adalah melakukan assessment
terhadap efektifitas, efisiensi, dan ekonomis tidaknya pengelolaan sistem
informasi suatu organisasi.
Audit SI dimaksudkan
untuk memberikan informasi kepada manajemen puncak agar manajemen mempunyai “a
clear assessment” terhadap sistem informasi yang diimplementasikan pada
organisasi tersebut. Misalnya, bahwa application software yang ada telah
dianalisis dan didesain dengan baik, telah diimplementasikan dengan security
features yang memadai.
Perlu dipahami bahwa
audit SI tidak harus selalu merupakan penugasan lengkap mencakup seluruh aspek.
Penugasan audit SI mungkin mencakup semua, tetapi bisa dengan beberapa variasi,
atau beberapa aspek saja: suatu audit mungkin hanya menitikberatkan fokus pada
satu aspek saja, atau beberapa aspek yang penting sesuai kebutuhan organisasi
tersebut.
Meskipun hakekatnya
keseluruhan aspek IT Governance tersebut sesungguhnya penting untuk diaudit
dalam rangka peningkatan mutu sistem, namun itu tidak bersifat harus (it is not
mandatory). Bisa saja dilakukan penugasan-penugasan audit yang berbeda untuk
satu atau beberapa aspek, tidak harus sekali “gebrak” (to do all of them in one
assignment). Salah satu alasannya adalah memang kompetensi/keterampilan yang
diperlukan bagi auditor untuk setiap aspek tersebut bisa berbeda. Oleh karena
itu aspek sebetulnya ada keterkaitan, dan semuanya adalah penting, maka bila
dilakukan audit secara terpisah-pisah, manajemen harus mendapat gambaran umum
(overview) yang jelas dan terpadu (the overview is critical).
Alasan
Menurut Weber (1999) terdapat beberapa alasan
mendasar mengapa organisasi perlu melakukan audit sebagai evaluasi dan
pengendalian terhadap sistem yang digunakan oleh organisasi :
Teknologi adalah hal
yang alami, tidak ada teknologi yang baik atau buruk. Pengguna teknologi
tersebut yang dapat menentukan apakah teknologi itu akan menjadi baik atau
malah menimbulkan gangguan. Banyak keputusan yang harus diambil untuk
mengetahui apakah komputer digunakan untuk suatu hal yang baik atau buruk.
Tujuan
Akibat
1. Pencegahan
terhadap biaya organisasi untuk data yang hilang
Kehilangan data dapat
terjadi karena ketidakmampuan pengendalian terhadap pemakaian komputer.
Kelalaian dengan tidak menyediakan backup yang memadai terhadap file data,
sehingga kehilangan file dapat terjadi karena program komputer yang rusak,
adanya sabotase, atau kerusakan normal yang membuat file tersebut tidak dapat
diperbaiki sehingga akhirnya membuat kelanjutan operasional organisasi menjadi
terganggu.
2. Pengambilan
keputusan yang tidak sesuai
Membuat keputusan yang
berkualitas tergantung pada kualitas data yang akurat dan kualitas dari proses
pengambilan keputusan itu sendiri. Pentingnya data yang akurat bergantung
kepada jenis keputusan yang akan dibuat oleh orang – orang yang berkepentingan
di suatu organisasi.
3. Penyalahgunaan
komputer
Penyalahgunaan komputer
memberikan pengaruh kuat terhadap pengembangan EDP audit maka untuk dapat
memahami EDP audit diperlukan pemahaman yang baik terhadap beberapa kasus
penyalahgunaan komputer yang pernah terjadi.
4. Nilai
dari perangkat keras komputer, perangkat lunak dan personel
Disamping data, hardware
dan software serta personel komputer juga merupakan sumber daya yang kritikal
bagi suatu organisasi, walaupun investasi hardware perusahaan sudah dilindungi
oleh asuransi, tetapi kehilangan hardware baik terjadi karena kesengajaan
maupun ketidaksengajaan dapat mengakibatkan gangguan. Jika software rusak akan
mengganggu jalannya operasional dan bila software dicuri maka informasi yang
rahasia dapat dijual kepada kompetitor. Personel adalah sumber daya yang paling
berharga, mereka harus dididik dengan baik agar menjadi tenaga handal dibidang
komputer yang profesional.
5. Biaya
yang tinggi untuk kerusakan komputer
Saat ini pemakaian
komputer sudah sangat meluas dan dilakukan juga terhadap fungsi kritis pada
kehidupan kita. Kesalahan yang terjadi pada komputer memberikan implikasi yang
luar biasa, sebagai contoh data error mengakibatkan jatuhnya pesawat di
Antartika yang menyebabkan 257 orang meninggal atau seseorang divonis masuk
penjara karena kesalahan data di komputer.
6. Kerahasiaan
Banyak data tentang diri
pribadi yang saat ini dapat diperoleh dengan cepat, dengan adanya komputerisasi
kependudukan maka data mengenai seseorang dapat segera diketahui termasuk hal –
hal pribadi.
7. Pengontrolan
penggunaan komputer
Tujuan
Menurut Weber (1999) terdapat empat tujuan utama
mengapa perlu dilakukannya audit sistem informasi yaitu :
1. Mengamankan
asset
Asset (aktivas) yang berhubungan dengan instalasi
sistem informasi mencakup: perangkat keras, perangkat lunak, fasilitas,
manusia, file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya. Sama
halnya dngan aktivas – aktivas lainnya, maka aktivas ini juga perlu dilindungi
dengan memasang pengendalian internal. Perangkat keras bisa rusak karena unsur
kejahatan ataupun sebab-sebab lain. Perangkat lunak dan isi file data dapat
dicuri. Peralatan pendukung dapat dihancurkan atau digunakan untuk tujuan yang
tidak diotorisasi. Karena konsentrasi aktiva tersebut berada pada lokasi pusat
sistem informasi, maka pengamanannya pun menjadi perhatian dan tujuan yang
sangat penting.
2. Menjaga
integritas data
Integritas data merupakan konsep dasar audit sistem
informasi. Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan
(completeness), sehat dan jujur (soundness), kemurnian (purity), ketelitian
(veracity). Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat
memperlihatkan potret dirinya dengan benar akibatnya, keputusan maupun
langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung
dengan data yang benar.
3. Menjaga
efektivitas sistem
Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem
tersebut dapat mencapai tujuannya. Untuk menilai efektivitas sistem, auditor
sistem informasi harus tahu mengenai kebutuhan pengguna sistem atau pihak-pihak
pembuat keputusan yang terkait dengan layanan sistem tersebut. Selanjutnya,
untuk menilai apakah sistem menghasilkan laporan / informasi yang bermanfaat
bagi penggunanya, auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses
pengambilan keputusannya.
4. Mencapai
efisiensi sumber daya
Suatu sistem sebagai
fasilitas pemrosesan informasi dikatakan efisien jika ia menggunakan sumber
daya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Efisiensi
sistem pengolahan data menjadi penting apabila tidak ada lagi kapasitas sistem
yang menganggur.
Akibat
Pengendalian komputer dapat
menggantikan pengendalian manual. Memiliki keuggulan dapatmampu menangani
transaksi bisnis yang kompleks dengan jumlah besar dengan efisien.
Komputermemproses informasi secara konsisten serta dapat menggurangi salah saji
dengan mengganti prosedur yang dilakukannya secara manual dengan pengendalian
yang terprogram denganmenerapkan fungsi saling mengawasi dan mengontrol setiap
transaksi yang diproses.
Risiko khusus yang
terkait sistem TI dapat memicu kerugian jika sistem TI rusak dan gagal
yangmengakibatkan organisasi menjadi lumpuh atau tidak beroperasi karena
ketidakmampuan dalammendapatkan kembali informasi yang hilang atau penggunaan
informasi yang tidak handal yangdisebabkan oleh kesalahan pemrosesan. Terdapat
risiko lain terkait sistem TI yaitu :
1. Risiko
terhadap perangkat keras dan data
- Ketergantungan terhadap kemampuan kerja hardware dan software
- Kesalahan sistematik dan kesalahan acak
- Akses yang belum diotorisasi
- Terjadiya kehilangan data
2. Berkurangnya
jejak audit
- Kejelasan jejak audit kurang
- Berkuragnya keterlibatan manusia
- Kurangnya otorisasi tradisional
3. Kebutuhan
akan pengalaman dibidang TI dan pemisahan tugas TI
- Berkurangnya pemisahan tugas
- Kebutuhan akan pengalaman dibidang TI
Audit Teknologi Informasi
0
Dalam teori animasi, terdapat 12 prinsip dasar
animasi. Prinsip dasar animasi pertama kali diperkenalkan oleh animator dari
Walt DisneyStudios, yaitu Frank Thomas dan Ollie Johnston. Untuk mengenali
seperti apa 12 prinsip dasar animasi pada animasinya secara langsung, berikut
beberapa contoh dari prinsip dasar animasi yang digunakan pada animasi karya
anak bangsa yaitu Animasinopal yang berjudul Kehebatan Cute Girl yang Tidak
Banyak Orang Tahu!.
Sumber Video : https://www.youtube.com/watch?v=LuG2lzUCTF8
- Appeal (Daya Tarik)
Dalam animasi, appeal dimaksudkan sebagai karisma yang ada pada seorang aktor live. Appeal berarti mempunyai jiwa atau personality yang terpancar hanya dengan melihat karakter disainnya.
Setiap karakter baik tokoh jahat maupun tokoh baik seharusnya memiliki appeal. Untuk tokoh baik, pemirsa harus merasakan rasa simpatik pada si tokoh, terlihat personality yang tenang, baik dan penyayang. Sedangkan untuk tokoh musuh atau penjahat juga harus ada applealing-nya sehingga pemirsa merasakan bahwa tokoh ini sangat jahat, terasa personality yang dingin, culas, kejam dan sadis. Karakter design yang sangat appeal berarti seharusnya bisa terbaca sifat karakternya hanya dari goresan pensilnya.
Seperti contohnya saat karakter cute girl menyanyikan lagu dengan suara uniknya yang lucu dan juga karakter Nopal yang berperan sebagai kakak cute girl yang juga mempunyai daya Tarik sendiri.
- Secondary Action
Gerakan ini akan menambah dan memperkaya gerakan utama, yaitu tambahan gerak yang berfungsi memperkuat dan mempertegas, sehingga menambahkan kesan dimensi dan lebih berkesan hidup pada saat nganimasi karakter.
Yang paling penting dalam prinsip secondary action adalah bahwa gerakan ini akan memberi penekanan dan memperjelas apa yang dilakukan karakter tapi tidak menyita perhatian pemirsa. Misalnya pada animasi orang berjalan, gerakan lambaian tangan di sisi tubuhlah yang disebut secondary action. Fungsinya adalah memperkuat gerakan utama, tapi dalam hal ini tidak mengganggu perhatian pemirsa pada saat melihat gerakan animasi berjalan.
Seperti yang terjadi pada saat Nopal menjelaskan kenapa bisa muka dan badan nya kenapa bisa babak belur, Nopal berbicara Panjang lebar dan pergerakan mulut Nopal dari tengah sampai ujung wajah.
- Timing
Timing atau perhitungan waktu ini tergantung dari banyaknya jumlah lembaran gambar animasi. Mengatur timing yang salah menjadikan gerakan animasi yang salah juga. Prinsipnya, makin banyak frame gerakan animasi akan semakin lambat dan sebaliknya sedikit frame gerakannya pasti lebih cepat. Artinya untuk membuat adegan/ scene slow motion berarti jumlah frame-nya akan berlipat ganda. Terlihat pergerakan mulut Nopal sangat cepat pada saat berbicara Panjang lebar.
- Exaggeration
Agar penonton mengetahui action yang tengah terjadi, maka detail gerakan-gerakan seperti menghela nafas, ekspresi marah atau sedih, akan lebih jelas terlihat oleh penonton bila gerakan animasinya di lebih-lebihkan. Terlihat ada adegan cute girl yang sedang tertawa dan juga Nopal yg mengeluarkan ekspresi sedih.
Fungsi Prinsip Dasar Animasi :
- Agar setiap animasi yang dibuat kelihatan menarik, dramatis, dengan gerakan yang alami. Sebab dua tokoh animasi tersebut menciptakan prinsip – prinsip tersebut dengan maksud agar sebuah Karakter mampu melakukan gerakan nyata baik itu benda, hewan maupun manusia dengan semirip mungkin.
- Untuk membawa suasana presentasi menjadi tidak kaku dan menarik audiens, dan diharapkan dapat tercapainya penyampaian Informasi secara efektif dan efisien.
- Fungsi lain dari prinsip animasi adalah di dunia periklanan, karena penerapan prinsip ini mampu menjadi daya tarik bagi sebuah produk. Sehingga konsumen menjadi tertarik untuk membeli atau memiliki.
Prinsip dan Fungsi Dasar Animasi
0
Definisi
Suatu jaringan saraf tiruan memproses sejumlah
besar informasi secara paralel dan terdistribusi, hal ini terinspirasi oleh
model kerja otak biologis. Beberapa definisi tentang jaringan saraf tiruan
adalah sebagai berikut di bawah ini.
Hecht-Nielsend
(1988) mendefinisikan sistem saraf buatan sebagai berikut :
“Suatu
neural network (NN), adalah suatu struktur pemroses informasi yang
terdistribusi dan bekerja secara paralel, yang terdiri atas elemen pemroses
(yang memiliki memori lokal dan beroperasi dengan informasi lokal) yang
diinterkoneksi bersama dengan alur sinyal searah yang disebut koneksi. Setiap
elemen pemroses memiliki koneksi keluaran tunggal yang bercabang (fan out) ke
sejumlah koneksi kolateral yang diinginkan (setiap koneksi membawa sinyal yang
sama dari keluaran elemen pemroses tersebut). Keluaran dari elemen pemroses
tersebut dapat merupakan sebarang jenis persamaan matematis yang diinginkan.
Seluruh proses yang berlangsung pada setiap elemen pemroses harus benar-benar
dilakukan secara lokal, yaitu keluaran hanya bergantung pada nilai masukan pada
saat itu yang diperoleh melalui koneksi dan nilai yang tersimpan dalam memori
lokal”.
Menurut
Haykin, S. (1994), Neural Networks: A Comprehensive Foundation, NY, Macmillan,
mendefinisikan jaringan saraf sebagai berikut :
“Sebuah
jaringan saraf adalah sebuah prosesor yang terdistribusi paralel dan mempuyai
kecenderungan untuk menyimpan pengetahuan yang didapatkannya dari pengalaman
dan membuatnya tetap tersedia untuk digunakan. Hal ini menyerupai kerja otak
dalam dua hal yaitu: 1. Pengetahuan diperoleh oleh jaringan melalui suatu
proses belajar. 2. Kekuatan hubungan antar sel saraf yang dikenal dengan bobot
sinapsis digunakan untuk menyimpan pengetahuan.
Dan
menurut Zurada, J.M. (1992), Introduction To Artificial Neural Systems, Boston:
PWS Publishing Company, mendefinisikan sebagai berikut :
“Sistem
saraf tiruan atau jaringan saraf tiruan adalah sistem selular fisik yang dapat
memperoleh, menyimpan dan menggunakan pengetahuan yang didapatkan dari
pengalaman”.
DARPA
Neural Network Study (1988, AFCEA International Press, p. 60) mendefinisikan
jaringan syaraf buatan sebagai berikut :
Sebuah jaringan
syaraf adalah sebuah sistem yang dibentuk dari sejumlah elemen pemroses
sederhana yang bekerja secara paralel dimana fungsinya ditentukan oleh stuktur
jaringan, kekuatan hubungan, dan pegolahan dilakukan pada komputasi elemen atau
nodes.
Sejarah
Saat ini bidang
kecerdasan buatan dalam usahanya menirukan intelegensi manusia, belum
mengadakan pendekatan dalam bentuk fisiknya melainkan dari sisi yang lain.
Pertama-tama diadakan studi mengenai teori dasar mekanisme proses terjadinya
intelegensi. Bidang ini disebut Cognitive Science. Dari teori dasar ini
dibuatlah suatu model untuk disimulasikan pada komputer, dan dalam
perkembangannya yang lebih lanjut dikenal berbagai sistem kecerdasan buatan
yang salah satunya adalah jaringan saraf tiruan. Dibandingkan dengan bidang
ilmu yang lain, jaringan saraf tiruan relatif masih baru. Sejumlah literatur menganggap
bahwa konsep jaringan saraf tiruan bermula pada makalah Waffen McCulloch dan
Walter Pitts pada tahun 1943. Dalam makalah tersebut mereka mencoba untuk
memformulasikan model matematis sel-sel otak. Metode yang dikembangkan
berdasarkan sistem saraf biologi ini, merupakan suatu langkah maju dalam
industri komputer.
Konsep
dasar
Jaringan saraf tiruan
(JST) mengambil prinsip kerja dari neuron biologis manusia. Analogi kinerja JST
dan neuron biologis diperlihatkan pada Gambar 2. Suatu impuls input (x1, x2 dan
x3) akan diteruskan dengan membawa nilai bobot tertentu (w1j, w2j, dan w3j).
Semua sinyal input diproses dan dijumlahkan untuk menghasilkan nilai u.
Penjelasan
dan contoh studi kasus di dunia nyata
Contoh studi kasus nya :
Penerapan Jaringan
Syaraf Tiruan dan Sistem Pakar untuk Mengidentifikasi Penyakit Pencernaan dengan
Pengobatan Herbal.
Jaringan
Syaraf Tiruan telah berkembang pesat dan telah digunakan pada banyak aplikasi
di
berbagai
bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Salah satu bidang yang digunakan untuk penerapan
aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan adalah bidang kedokteran. Sementara itu Sistem
pakar berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat
menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. JST dan
sistem pakar akan membantu dokter dan paramedis dalam melakukan diagnosa
penyakit, diantaranya pada pencernaan yang biasa dikenal dengan gangguan pencernaan.
Pencernaan
merupakan serangkaian organ tubuh yang bertanggung jawab dalam proses pencernaan
makanan. Pencernaan ini dapat terkena gangguan atau terinfeksi penyakit
sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat. Oleh karena itu, penyebaran
informasi tentang penyakit pencernaan sangat diperlukan untuk mengetahui lebih
dini jenis penyakit yang diderita oleh seorang pasien, terlebih lagi jenis
pengobatan yang sesuai dan tersedia pada suatu tempat tertentu bahkan dengan
menggunakan pengobatan secara alami atau herbal.
Berbagai
indikasi yang berhubungan dengan pencernaan dapat dimonitoring dengan JST. Gangguan
pada pencernaan dapat dihubungan dengan perubahan kombinasi yang sangat kompeks (nonlinear
dan interaktif) pada subset dari variabel, dapat dimonitoring. Dengan model
integrasi Jaringan Syaraf Tiruan dan sistem pakar maka dapat ditumbuhkenali
pola yang diperkirakan sehingga perlakuan yang tepat dapat pula dilakukan.
Model
integrasi yang digunakan adalah model backpropagation (JST) dengan metode
forward chaining (sistem pakar). Perpaduan model dan metode ini dikarenakan
data dan fakta dalam melakukan proses penelitian telah didapatkan. Berdasarkan
data atau fakta tersebut dapat dibuat suatu sistem yang akan memberikan suatu
kesimpulan. Dengan demikian peluang dalam mendapatkan suatu konklusi yang lebih
spesifik dapat dengan mudah didapatkan. Penerapan model integrasi JST dan
sistem pakar dapat membantu aktivitas seorang dokter dan paramedis bahkan dapat
berperan sebagai asisten yang sangat berpengalaman. Aplikasi perpaduan JST dan
sistem pakar dapat diterapkan di rumah, puskesmas, rumah sakit, klinik bahkan
di tempat-tempat praktek dokter sekalipun. Penerapan model integrasi JST dan system
pakar yang dapat diterapkan di rumah sangat memungkinkan untuk memilih jenis
obat alternatif pada penderita gangguan pencernaan yang tersedia cara herbal.
Perumusan masalah
dalam penelitian ini adalah bagaimana menerapkan integrasi jaringan syaraf tiruan
dengan model backpropagation dengan metode forward chaining dalam penerapan
sistem pakar untuk mengidentifikasi penyakit pencernaan sehingga dapat
memberikan kesimpulan terhadap gejala penyakit dan alternatif pencegahan atau
pengobatan cara herbal yang mungkin dilakukan.
Gambar Tampilan Aplikasi.
Form utama terdiri dari
menu File, Master, Pakar dan Laporan. Menu Master terdiri dari Admin,
Data Gejala, Data
Penyakit, Menu Pakar terdiri Diagnosa penyakit pencernaan. Menu Laporan terdiri
dari laporan Daftar
Gejala, Daftar Penyakit, dan Hasil Diagnosa.
Cara penggunaan aplikasi
- Pasien/pengguna diharuskan menjawab pertanyaan pada bagian gejala dan penyakit yg terdapat pada form utama.
- Kemudian akan ditampilkan diagnosa penyakit yg meliputi pencegahan dan pengobatan dari penyakit yg diderita.
Gambar dari hasil diagnosa.
https://idawonogiri.wordpress.com/2010/01/16/jaringan-syaraf-tiruan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_saraf_tiruan
http://waterfilling.blogspot.com/2014/08/konsep-dasar-jaringan-saraf-tiruan.html
ejournal.stikom-bali.ac.id/index.php/knsi/article/view/412 (download pdf nya untuk full text)
