Posted by : Rizmi
Minggu, 13 Oktober 2019
Definisi
Audit teknologi informasi adalah bentuk
pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi informasi secara
menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan bersama-sama dengan
audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan pengawasan dan
evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal dengan audit
pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi secara umum
merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan sistem informasi
dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi informasi adalah audit
komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah aset sistem informasi
perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan integratif dalam mencapai
target organisasinya.
Ruang Lingkup
Ruang lingkup Audit
Sistem Informasi (SI) sebagai audit operasional terhadap fungsi sistem
informasi (IT governance), audit objective-nya adalah melakukan assessment
terhadap efektifitas, efisiensi, dan ekonomis tidaknya pengelolaan sistem
informasi suatu organisasi.
Audit SI dimaksudkan
untuk memberikan informasi kepada manajemen puncak agar manajemen mempunyai “a
clear assessment” terhadap sistem informasi yang diimplementasikan pada
organisasi tersebut. Misalnya, bahwa application software yang ada telah
dianalisis dan didesain dengan baik, telah diimplementasikan dengan security
features yang memadai.
Perlu dipahami bahwa
audit SI tidak harus selalu merupakan penugasan lengkap mencakup seluruh aspek.
Penugasan audit SI mungkin mencakup semua, tetapi bisa dengan beberapa variasi,
atau beberapa aspek saja: suatu audit mungkin hanya menitikberatkan fokus pada
satu aspek saja, atau beberapa aspek yang penting sesuai kebutuhan organisasi
tersebut.
Meskipun hakekatnya
keseluruhan aspek IT Governance tersebut sesungguhnya penting untuk diaudit
dalam rangka peningkatan mutu sistem, namun itu tidak bersifat harus (it is not
mandatory). Bisa saja dilakukan penugasan-penugasan audit yang berbeda untuk
satu atau beberapa aspek, tidak harus sekali “gebrak” (to do all of them in one
assignment). Salah satu alasannya adalah memang kompetensi/keterampilan yang
diperlukan bagi auditor untuk setiap aspek tersebut bisa berbeda. Oleh karena
itu aspek sebetulnya ada keterkaitan, dan semuanya adalah penting, maka bila
dilakukan audit secara terpisah-pisah, manajemen harus mendapat gambaran umum
(overview) yang jelas dan terpadu (the overview is critical).
Alasan
Menurut Weber (1999) terdapat beberapa alasan
mendasar mengapa organisasi perlu melakukan audit sebagai evaluasi dan
pengendalian terhadap sistem yang digunakan oleh organisasi :
Teknologi adalah hal
yang alami, tidak ada teknologi yang baik atau buruk. Pengguna teknologi
tersebut yang dapat menentukan apakah teknologi itu akan menjadi baik atau
malah menimbulkan gangguan. Banyak keputusan yang harus diambil untuk
mengetahui apakah komputer digunakan untuk suatu hal yang baik atau buruk.
Tujuan
Akibat
1. Pencegahan
terhadap biaya organisasi untuk data yang hilang
Kehilangan data dapat
terjadi karena ketidakmampuan pengendalian terhadap pemakaian komputer.
Kelalaian dengan tidak menyediakan backup yang memadai terhadap file data,
sehingga kehilangan file dapat terjadi karena program komputer yang rusak,
adanya sabotase, atau kerusakan normal yang membuat file tersebut tidak dapat
diperbaiki sehingga akhirnya membuat kelanjutan operasional organisasi menjadi
terganggu.
2. Pengambilan
keputusan yang tidak sesuai
Membuat keputusan yang
berkualitas tergantung pada kualitas data yang akurat dan kualitas dari proses
pengambilan keputusan itu sendiri. Pentingnya data yang akurat bergantung
kepada jenis keputusan yang akan dibuat oleh orang – orang yang berkepentingan
di suatu organisasi.
3. Penyalahgunaan
komputer
Penyalahgunaan komputer
memberikan pengaruh kuat terhadap pengembangan EDP audit maka untuk dapat
memahami EDP audit diperlukan pemahaman yang baik terhadap beberapa kasus
penyalahgunaan komputer yang pernah terjadi.
4. Nilai
dari perangkat keras komputer, perangkat lunak dan personel
Disamping data, hardware
dan software serta personel komputer juga merupakan sumber daya yang kritikal
bagi suatu organisasi, walaupun investasi hardware perusahaan sudah dilindungi
oleh asuransi, tetapi kehilangan hardware baik terjadi karena kesengajaan
maupun ketidaksengajaan dapat mengakibatkan gangguan. Jika software rusak akan
mengganggu jalannya operasional dan bila software dicuri maka informasi yang
rahasia dapat dijual kepada kompetitor. Personel adalah sumber daya yang paling
berharga, mereka harus dididik dengan baik agar menjadi tenaga handal dibidang
komputer yang profesional.
5. Biaya
yang tinggi untuk kerusakan komputer
Saat ini pemakaian
komputer sudah sangat meluas dan dilakukan juga terhadap fungsi kritis pada
kehidupan kita. Kesalahan yang terjadi pada komputer memberikan implikasi yang
luar biasa, sebagai contoh data error mengakibatkan jatuhnya pesawat di
Antartika yang menyebabkan 257 orang meninggal atau seseorang divonis masuk
penjara karena kesalahan data di komputer.
6. Kerahasiaan
Banyak data tentang diri
pribadi yang saat ini dapat diperoleh dengan cepat, dengan adanya komputerisasi
kependudukan maka data mengenai seseorang dapat segera diketahui termasuk hal –
hal pribadi.
7. Pengontrolan
penggunaan komputer
Tujuan
Menurut Weber (1999) terdapat empat tujuan utama
mengapa perlu dilakukannya audit sistem informasi yaitu :
1. Mengamankan
asset
Asset (aktivas) yang berhubungan dengan instalasi
sistem informasi mencakup: perangkat keras, perangkat lunak, fasilitas,
manusia, file data, dokumentasi sistem, dan peralatan pendukung lainnya. Sama
halnya dngan aktivas – aktivas lainnya, maka aktivas ini juga perlu dilindungi
dengan memasang pengendalian internal. Perangkat keras bisa rusak karena unsur
kejahatan ataupun sebab-sebab lain. Perangkat lunak dan isi file data dapat
dicuri. Peralatan pendukung dapat dihancurkan atau digunakan untuk tujuan yang
tidak diotorisasi. Karena konsentrasi aktiva tersebut berada pada lokasi pusat
sistem informasi, maka pengamanannya pun menjadi perhatian dan tujuan yang
sangat penting.
2. Menjaga
integritas data
Integritas data merupakan konsep dasar audit sistem
informasi. Integritas data berarti data memiliki atribut: kelengkapan
(completeness), sehat dan jujur (soundness), kemurnian (purity), ketelitian
(veracity). Tanpa menjaga integritas data, organisasi tidak dapat
memperlihatkan potret dirinya dengan benar akibatnya, keputusan maupun
langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak didukung
dengan data yang benar.
3. Menjaga
efektivitas sistem
Sistem informasi dikatakan efektif hanya jika sistem
tersebut dapat mencapai tujuannya. Untuk menilai efektivitas sistem, auditor
sistem informasi harus tahu mengenai kebutuhan pengguna sistem atau pihak-pihak
pembuat keputusan yang terkait dengan layanan sistem tersebut. Selanjutnya,
untuk menilai apakah sistem menghasilkan laporan / informasi yang bermanfaat
bagi penggunanya, auditor perlu mengetahui karakteristik user berikut proses
pengambilan keputusannya.
4. Mencapai
efisiensi sumber daya
Suatu sistem sebagai
fasilitas pemrosesan informasi dikatakan efisien jika ia menggunakan sumber
daya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Efisiensi
sistem pengolahan data menjadi penting apabila tidak ada lagi kapasitas sistem
yang menganggur.
Akibat
Pengendalian komputer dapat
menggantikan pengendalian manual. Memiliki keuggulan dapatmampu menangani
transaksi bisnis yang kompleks dengan jumlah besar dengan efisien.
Komputermemproses informasi secara konsisten serta dapat menggurangi salah saji
dengan mengganti prosedur yang dilakukannya secara manual dengan pengendalian
yang terprogram denganmenerapkan fungsi saling mengawasi dan mengontrol setiap
transaksi yang diproses.
Risiko khusus yang
terkait sistem TI dapat memicu kerugian jika sistem TI rusak dan gagal
yangmengakibatkan organisasi menjadi lumpuh atau tidak beroperasi karena
ketidakmampuan dalammendapatkan kembali informasi yang hilang atau penggunaan
informasi yang tidak handal yangdisebabkan oleh kesalahan pemrosesan. Terdapat
risiko lain terkait sistem TI yaitu :
1. Risiko
terhadap perangkat keras dan data
- Ketergantungan terhadap kemampuan kerja hardware dan software
- Kesalahan sistematik dan kesalahan acak
- Akses yang belum diotorisasi
- Terjadiya kehilangan data
2. Berkurangnya
jejak audit
- Kejelasan jejak audit kurang
- Berkuragnya keterlibatan manusia
- Kurangnya otorisasi tradisional
3. Kebutuhan
akan pengalaman dibidang TI dan pemisahan tugas TI
- Berkurangnya pemisahan tugas
- Kebutuhan akan pengalaman dibidang TI