Archive for Januari 2017
Perkembangan Agama dan Integrasinya di ASIA
Myanmar
Agama dan kepercayaan
Burma (juga dikenal sebagai Myanmar) adalah dominan dari tradisi Theravada, dipraktikkan oleh 89% dari populasi negara ini adalah negara Buddhis yang paling religius dalam hal proporsi biarawan dalam populasi dan proporsi pendapatan yang dihabiskan untuk agama. Penganut yang paling mungkin ditemukan di antara etnis Bamar dominan (atau Burma), Shan, Rakhine (Arakan), Senin, Karen, dan Cina yang terintegrasi dengan baik ke masyarakat Burma. Para bhikkhu, yang dikenal sebagai Sangha, adalah anggota dihormati dari masyarakat Burma. Di antara banyak kelompok etnis di Myanmar, termasuk Bamar dan Shan, Theravada Buddhisme dipraktikkan dalam hubungannya dengan ibadah nat, yang melibatkan placation roh yang dapat bersyafaat dalam urusan duniawi. Berkenaan dengan "keselamatan" dalam arti Buddha, ada tiga jalur utama di Burma Buddhisme: jasa pembuatan, vipassana (wawasan meditasi), dan jalan weizza (bentuk esoterik agama Buddha yang melibatkan okultisme).
- Buddhisme di Burma
Buddhisme di Burma kebanyakan adalah tradisi Theravada, yang dipraktikan oleh 89% penduduk di negara tersebut[6][7] Negara tersebut merupakan negara Buddhis paling relijius dalam hal proporsi para biarawan dalam populasi dan proporsi pemasukan yang dijalankan pada agama.
- Kristen di Burma
Kristen dipraktikan oleh 4% penduduk, yang utamanya pada Kachin, Chin dan Kayin, dan Eurasia karena karya misionaris di wilayah-wilayah respektif mereka. Sekitar empat per lima orang Kristen di negara tersebut adalah Protestan, yang sebagian besar merupakan pengikut Gereja Baptis dari Konvensi Baptis Myanmar; Katolik Roma meliputi sisanya.
- Hindu di Burma
Hindu di Burma dipraktikan sekitar 840,000 orang. Karena sensus yang tersedia tidak diambil di Burma sejak zaman kolonial, jumlahnya masih perkiraan. Kebanyakan Hindu di Myanmar adalah India Burma.
- Islam di Burma
Islam, utamanya kelompok Sunni, dipraktikan oleh 4% penduduk menurut sensus pemerintahan.
Konflik Rohingya
Sekitar 800,000 Muslim Rohingya tinggal di Burma dengan sekitar 80% tinggal di barat negara bagian Rakhine. Orang-orang Rohingya bertarung hidup dan mati sejak 1940an untuk membuat sebuah negara bagian Islam di Burma Barat.
Ambisi awal mereka pada masa gerakan Mujahidin (1947-1961) adalah memisahkan wilayah frontier Mayu yang diduduki Rohingyadari Arakan dari barat Burma dan menyatakan bahwa wilayah tersebut berada di Pakistan Timur yang bertetangga dan baru dibentuk (sekarang Bangladesh).
Filipina
Agama
Penduduk Filipina mayoritas beragama Katolik 80%, dilanjutkan dengan Protestan 1.8%, hal ini karena Filipina dijajah Amerika Serikat, dilanjutkan dengan Islam 11% yang mayoritas berada di Pulau Mindanao, lalu Buddha 2.5% yang merupakan penduduk pendatang dari Korea Selatan, Republik Rakyat Tiongkok, Malaysia, Singapura, Jepang, India, dan Vietnam. Sebanyak 0.4% menyatakan dirinya Atheis,[butuh rujukan], dan 2.1% beragama lain.
- Kristen
Kristen datang ke Filipina dengan pendaratan Ferdinand Magellan pada 1521. Pada akhir abad ke-16, kepulauan tersebut diklaim Spanyol dan dinamai dengan nama rajanya. Aktivitas misionaris pada masa penjajahan negara tersebut oleh Spanyol dan Amerika Serikat berujung pada perubahan Filipina menjadi negara pertama, dan kemudian, bersama dengan Timor Leste, yang menjadi salah satu dari dua negara mayoritas Katolik di Asia Timur, dengan sekitar 92.5% penduduk masuk kepercayaan Kristen.
- Islam
Pada 2013. Menurut CIA World Factbook, populasi Muslim di Filipina dikabarkan pada sensus 2000 berjumlah 11%. Mayoritas Muslim di Filipina menganut Islam Sunni dari aliran yurisprudensi Shafi, dengan minoritas Syiah dan Ahmadiyyah. Islam adalah agama monoteistik tertua yang tercatat di Filipina. Islam mencapai Filipina pada abad ke-14 dengan kedatangan para pedagang Muslim dari Teluk Persian, India Selatan, dan para pengikut mereka dari beberapa pemerintahan kesultanan di Asia Tenggara Maritim. Islam menjadi mayoritas di pesisir Teluk Manila, tempat dari beberapa kerajaan Muslim. Saat penaklukan Spanyol, Islam mengalami penurunan drastis sebagai kepercayaan monoteistik dominan di Filipina akibat pengenalan Katolik Roma oleh para misionaris Spanyol. suku-suku Filipina selatan merupakan beberapa komunitas Filipina pribumi yang bertahan dari penjajahan Spanyol dan pemindahan ke agama Katolik Roma.
- Hindu
Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit yang sekarang menjadi Malaysia dan Indonesia, memperkenalkan Hindu dan Buddha ke kepulauan tersebut. Patung-patung kuno dari dewa-dewa Hindu-Buddha yang ditemukan di Filipina berasal dari 600 sampai 1600 tahun yang lalu.
China
Agama
Perkembangan agama asing merambah di masyarakat Cina, pada Abad ke 13-14 ketika wilayah Cina dikuasai oleh bangsa Mongol, datang aliran agama katolik yaitu Nestorianisme yang dibawa oleh para pedagang Eropa ke wilayah Cina untuk disebarluaskan. Agama-agama Asing pun kian berkembang ketika pada Zaman Dinasti Ming (Chin), Orang-Orang Eropa banyak berdatangan ke negara Cina untuk menjalin perdagangan serta menyebarkan agama Katolik dan Protestan. Penyebarluasan agama tersebut ditempuh lewat cara menyelenggarakan lembaga pendidikan bagi Bangsa Eropa yang tinggal di Cina serta orang-orang pribumi yang tertarik pada agama Protestan ataupun Katolik.
Kondisi kehidupan agama berubah secara drastis ketika Cina sudah dikuasai sepenuhnya oleh Komunis, sejak tahun 1949, agama juga dijadikan subjek untuk mempropagandakan partai, oleh karena itu agama terutama kristen mulai dikekang dan gereja-gereja di Cina tidak boleh berhubungan dengan gereja-gereja di luar RRC. Hal tersebut bertujuan untuk membebaskan gereja Cina dari “imperialisme kebudayaan” dan pengaruh asing.
Brunei Darussalam
Agama
Brunei Darussalam merupakan negara kerajaan dengan mayoritas penduduknya beragama Islam. Negara tersebut terletak di bagian utara Pulau Kalimantan (Borneo) dan berbatasan dengan Malaysia. Berdasarkan data statistik, penduduk Brunei Darussalam hanya berjumlah 370 ribu orang. Sekitar 67 persen dari total populasinya beragama Islam, Buddha 13 persen, Kristen 10 persen, dan kepercayaan lainnya sekitar 10 persen.
Di lihat dari sejarahnya, Brunei adalah salah satu kerajaan tertua di Asia Tenggara. Sebelum abad ke-16, Brunei memainkan peranan penting dalam penyebaran Islam di Wilayah Kalimantan dan Filipina. Sesudah merdeka pada tahun 1984, Brunei kembali menunjukkan usaha serius dalam upaya penyebaran syiar Islam, termasuk dalam suasana politik yang masih baru.
Di antara langkah-langkah yang diambil ialah mendirikan lembaga-lembaga modern yang selaras dengan tuntutan Islam. Sebagai negara yang menganut sistem hukum agama, Brunei Darussalam menerapkan hukum syariah dalam perundangan negara. Untuk mendorong dan menopang kualitas keagamaan masyarakat, didirikan sejumlah pusat kajian Islam serta lembaga keuangan Islam.
Tak hanya dalam negeri, untuk menunjukkan semangat kebersamaan dengan masyarakat Islam dan global, Brunei juga terlibat aktif dalam berbagai forum resmi, baik di dunia Islam maupun internasional.
Sama seperti Indonesia yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam dengan Mazhab Syafi'i, di Brunei juga demikian. Konsep akidah yang dipegang adalah Ahlussunnah waljamaah. Bahkan, sejak memproklamasikan diri sebagai negara merdeka, Brunei telah memastikan konsep ”Melayu Islam Beraja” sebagai falsafah negara dengan seorang sultan sebagai kepala negaranya. Saat ini, Brunei Darussalam dipimpin oleh Sultan Hassanal Bolkiah. Dan, Brunei merupakan salah satu kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara dengan latar belakang sejarah Islam yang gemilang.
Perkembangan Agama dan Integrasinya di ASIA
0Ahok Janji akan Terus Razia Minuman Keras
Jakarta - Calon Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berjanji akan membatasi peredaran minuman beralkohol alias minuman keras (miras). Caranya: razia.
"Kita akan terus razia. Kita mulai membatasi penjualan," kata Ahok seusai peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh RelaNU (Relawan Nusantara), di Jalan Taman Patra X, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (15/1/2017).
Cagub yang juga petahana ini menyamakan peredaran miras dengan peredaran narkoba. Bila bermasalah, pastilah pengedar atau tempat beredarnya akan diberi tindakan tegas.
"Sama kayak kasus Stadium dan Mille's, kalau macam-macam, kita tutup. Sama kayak bagaimana mengendalikan narkoba," kata Ahok.
Dua nama yang disebut Ahok itu adalah nama tempat hiburan malam yang telah ditutupnya. Dulu tempat itu ditutup gara-gara dua kali ketahuan jadi tempat penyalahgunaan narkoba.
"Kita sudah tutup dua (tempat hiburan malam) lo di Jakarta," kata Ahok.
Untuk peredaran miras, pengetatan regulasi akan dijalankan dengan ketegasan. Anak di bawah umur yang ditentukan tak boleh membeli miras, begitu pula penjualnya juga tak boleh memberikan miras kepada anak di bawah umur.
"Ketahuan sampai dua kali, kami mendapat laporan ada anak di bawah umur membeli, kita tutup (tempat jualan). Kita cek CCTV, kita cabut izin usahanya," kata Ahok.
Analisis :
Menurut saya memang harus terus dirazia karena mudah sekali mendapatkan minuman keras dijakarta, bahkan sampai anak dibawah umur juga dapat membelinya dengan mudah. Padahal selain haram bagi ajaran islam miras juga banyak sekali bahayanya. Saya harap ahok menepati omongannya karena jika benar maka akan sangat bagus. Supaya tidak banyak orang yg mabuk-mabukan terutama anak dibawah umur.
Sumber :
https://news.detik.com/berita/d-3396516/ahok-janji-akan-terus-razia-minuman-keras?_ga=1.108817604.758133738.1484484742
Sumber :
https://news.detik.com/berita/d-3396516/ahok-janji-akan-terus-razia-minuman-keras?_ga=1.108817604.758133738.1484484742